Kabut Asap Makin Pekat Selimuti Berau, Kadar PM2,5 Tembus 385 dan PM10 Capai 1.400, Warga Diminta Pakai Masker

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kabut asap semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau dalam sepekan terakhir. Di balik kondisi udara yang terlihat berkabut, tingginya paparan partikel polutan mulai menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

 

Pasalnya Kadar PM2,5 yang terukur mencapai 385, sedangkan PM10 berada di kisaran 1.400. Tingginya angka tersebut terjadi ketika kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga dilaporkan meningkat. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan.

 

Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau turun langsung melakukan pemantauan kualitas udara di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Jumat (18/9/2026) pagi.

 

“Kami  sudah melakukan pengukuran menggunakan alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih akurat. Hasil pengukuran tersebut nantinya menjadi salah satu dasar kami menentukan langkah penanganan,” ungkap Gamalis.

 

Dalam kesempatan itu  Gamalis juga mengatakan bahwa ketebalan kabut asap dalam sepekan terakhir tidak bisa dianggap sebagai kondisi biasa.

 

“Dalam satu minggu belakangan ini kabut asap semakin tebal dan ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” kata Gamalis.

 

Ia menjelaskan, pengukuran awal menunjukkan kadar PM2,5 mencapai 385, sementara angka normal yang disebut berada di kisaran 25. Adapun kadar PM10 terpantau sekitar 1.400.

 

“Hari ini kita akan pasang ISPU untuk mengukur separah apa dampaknya terhadap kondisi alam kita, dan hasilnya baru bisa kita ketahui besok,” ujarnya.

 

Tingginya paparan partikel udara tersebut menjadi perhatian tersendiri karena muncul bersamaan dengan laporan peningkatan kasus ISPA di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Meski hasil akhir pengukuran ISPU masih ditunggu, Pemkab Berau meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi udara saat ini. Gamalis mengimbau warga yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

 

Sementara bagi masyarakat yang harus beraktivitas di ruang terbuka, penggunaan masker kembali dianjurkan.

 

“Hari ini kami hanya dapat mengimbau kepada masyarakat agar kembali memakai masker. Kurangi kegiatan di luar rumah jika itu tidak terlalu penting,” tuturnya.

 

Pemkab Berau juga memastikan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Pemerintah menunggu hasil pengukuran ISPU untuk melihat perkembangan kualitas udara sekaligus menentukan langkah selanjutnya.

 

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan langkah lebih lanjut berdasarkan hasil akhir pengukuran ISPU besok,” pungkas Gamalis.

 

Kondisi kabut asap tersebut kini menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari, kualitas udara yang buruk juga membuat kewaspadaan terhadap dampak kesehatan menjadi semakin penting. (sep/FN/Advertorial)